02
Jul

Munir Matters ? No Way Mite, Let It Be !

Bukan Pahlawan Ham yang Sebenarnya !

Sepertinya kasus kematian munir saat ingin menyebarkain aib pemerintah ke belanda kembali di buka. Tapi kali ini saia tidak akan membahas siapa pelaku pembunuhan terhadap Munir. Karena saia sendiri tidak peduli terhadap almarhum, baik tindakanya ataupun apa yang dianggap sebagai “prestasi” munir selama ini.

Munir Pahlawan Ham ? Ham Yang Mana ! Hamburger ?

Karena pada dasarnya munir (belum) bukanlah seorang pahlawan bagi rakyat indonesia pada umumnya. Apakah ia berjasa dalam mengetaskan kemiskinan ? Apakah almarhum berjasa dalam meningkatkan taraf hidup rakyat indonesia yang masih dibawah kemiskinan ? Tidak! Lalu kenapa diributkan ? Ya karena Munir telah berjasa karena berusaha menjadi pahlawan bagi para aktivis anti orba. Ok ya Anda pahlawan Ham! :mrgreen:

Namun Ham yang mana ? Ham untuk berdemokrasi ? Ham untuk menentang pemerintah ? atau HAM yang justru malah tidak disentuh sama sekali oleh beliau !

Saat Ini Rakyat Butuh Makan, Pendidikan, Kesehatan bukan Hak Melakukan  Destabilisasi !

Hak Asasi Manusia paling dasar adalah memiliki kehidupan. Untuk menunjang kehidupan manusia butuh Makan, untuk mendapatkan makanan manusia butuh Pendidikan dan agar dapat hidup dengan layak manusia butuh Kesehatan. Itulah HAM yang paling dibutuhkan rakyat indonesia saat ini.

Tetapi apa yang diributkan dan diperjuangkan oleh kebanyakan aktivis HAM saat ini adalah Hak rakyat indonesia untuk mengeluarkan pendapat, Hak untuk menentang keputusan apapun yang diambil pemerintah, Hak untuk menciptakan tindakan kontra konsolidasi. Padahal hal ini justru dapat berujung pada instabilisasi Politik dan Ekonomi. Hasilnya ? Rakyat pula yang akan merugi. Akhirnya justru Hak dasar manusia malah ditinggalkan.

Pahlawan HAM yang Sebenarnya : Dokter, Guru, Tim SAR hingga Pengusaha Padat Karya

Sebenarnya pahlawan Ham yang sesungguhnya berada tidak jauh dari kita. Ambil contoh seorang Guru. Dengan gaji seadanya mereka tetap berdedikasi dalam mengajar muridnya. Tim Sar, baik mereka yang berasal dari PMI, TNI hingga sukarelawan dimana saat mereka bertugas beresiko kehilangan nyawa, mereka tetap ikhlas menolong korban meski bayaran yang mereka peroleh tergolong minim. Untuk pengusaha padat karya? Mungkin pengusaha identik dengan kaum kapitalis, namun dibalik itu: Pengusaha padat karya setidaknya dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat indonesia. Meski banyak yang membayar upah di bawah UMR tetapi setidaknya mereka mampu membuat rakyat memiliki penghasilan tetap.

Maju Kedepan, Selesaikan Persoalan …

Dengan adanya konsolidasi nasional dan dukungan semua pihak seharusnya Indonesia dapat menyelesaikan persoalan multidimensi lebih dini dan tidak berlarut larut. Tetapi yang terjadi justru kita berjalan di tempat untuk memperbesar masalah yang seharusnya bisa di kesampingkan. Apakah karena kita meributkan kembali kematian Munir dapat menjadikan dirinya hidup lagi ? Tidak, yang jelas malah membuat persoalan bertambah runyam, (kecuali ingin mengalihkan masalah lain yang lebih besar dari publik) biarkan ia beristirahat. Saatnya memikirkan pembangunan ekonomi dan kesetabilan politik demi kemajuan bangsa dan negara! Ya nggak?

21
Jun

YouDontMessWithZohan - Pesan Damai Lewat Film Konyol

Kemarin baru saja saia nonton film yang berjudul You Dont Mess With Zohan di Hoyts. Ternyata film komedi yang di sutradai oleh Dennis Dugan ini merupakan sebuah film komedi konyol namun penuh makna. Pesan perdamaian antara Palestina dan Israel pun sangat santer dan digambarkan begitu eksplisit di film ini. Uniknya dalam penyampaian pesan perdamaian tersebut mampu di deskripsikan melalui cara cara konyol yang bisa membuat penonton tertawa terpingkal pingkal :-D

Mantan Anggota IDF Yang Beralih Profesi Menjadi Penata Rambut

Zohan (Adam Sandler) seorang angota Israeli Defense Force (IDF) yang lelah akan perang memutuskan untuk pensiun dari kehidupan ketentaraan di Israel. Demi memuluskan keinginanya, terutama setelah ditertawakan oleh kedua orangtuanya dan demi menghindari jejak dari Hezbollah ia berpura pura tewas saat berduel dengan “the Phantom” (John Turturro).

Sesampainya di Amerika Zohan mengganti namanya dengan nama “Scrapy Coco” yang diambil dari nama dua ekor anjing yang ia ajak berbicara di pesawat. Sulitnya mendapat pekerjaan di salon ternama akhirnya setelah di bantu oleh temanya yang juga asal israel Oori (Masouri) akhirnya Zohan mendapat pekerjaan di sebuah salon yang dimiliki seorang imigran asal Palestina Dalia (Emmanuel Chriqui) aktris Kanada asal Marroko.

Diceritakan pada film ini bahawa lokasi tempat tinggal Zohan dan salon tempat ia bekerja terletak di Middle East Town, dimana kehidupan imigran asal timur tengah baik Arab maupun Israel terus berada dalam tekanan dan rentan adu domba. Terutama oleh pihak pribumi alias penguasa setempat.

Zohan sempat di incar oleh Salim (Rob Schneider) - yang memiliki dendam karena kambinya di rampas oleh Zohan , bersama temanya Hamdi (Sayed Badera) dan Sami (Daud Heidami) mereka mengundang The Phantom ke amrika untuk membalas dendam dan membunuh Zohan. Karena panik Zohanpun terpaksa membuka rahasia baik kepada teman temanya maupun kepada kekasihnya Dalia.

Seorang Yahudi Israel Menikahi Wanita Palestina Hmm

Karena saat itu komunitas dan lokasi tempat mereka tinggal sedang diadu domba dan diteror oleh tuan tanah yang juga seorang konglomerat, The Phantom yang awal nya datang untuk membunuh Zohan justru disibukan untuk menolong rumah komunitas Arab yang terbakar akibat ulah preman suruhan tuan tanah tersebut. Zohan yang melihat kejadian tersebut ikut membantu The Phantom, kejadian semakin unik karena ternyata Dalia yang selama ini menjadi kekasih Zohan adalah adik kandung the Phantom. Setelah berhasil mengalahkan preman dan konflik melawan Wallbridge (Michael Buffer) Zohan pun menikahi Dalia dan The Phantom sendiri justru membuka toko spatu dimana profesi tersebut merupakan impian masakecilnya. :-D

Pesan Damai Lewat Cara Konyol … Mantap

Rata - Rata meski merupakan film komedi, disaat si karakter ingin mengungkapkan pesan dan perasaanya, sekonyol apapun film dan karaternya sontak suasana film tersebut berubah menjadi serius, walau cuma sesaat, namun di film ini hal tersebut tidak terjadi walau sedikitpun, padahal pesan damai plus ungkapan kelelahan atas konflik tak terselesaikan antara Israel dan Palestina pun terus menerus diungkapkan dan di deskripsikan dengan cara sangat lucu. Sebagai tambahan di film You Dont Mess With Zohan ini turut digambarkan bagaimana kehidupan warga pendatang asal timur tengah baik Israel dan Arab, dimana mereka selalu mendapat tekanan dari penduduk pribumi.

Banyak Dibintangi oleh Superstar

Selain Adam Sandler (Clic) John Torturro (Transformers) maupun pendatang baru Emmanuelle Chriqui (After Sex) film ini juga didukung oleh Mariah Carey, Kevin James (Chuck&Larry), Cris Rock (Madagascar), Rob Scheneider (Deuce Bigallow) dan aktor legendaris Henry Winkler. Yuk Nonton :-D !!!

01
Jun

Persis Seperti Hewan Liar, FPI ngamuk dan juga menyerang Ambulans

FPI Kembali Buktikan Kebiadabanya

Lebih parah dari kelakuan biadab tentara Isreali Defense Force terhadap rakyat palestina dan lebih brutal dari pada prilaku Tentara amerika terhadap tahanan Iraq di penjara Abu Graib dan Guantanamo. Link> Massa FPI menyerang secara brutal aksi damai yang dilakukan oleh aktifis Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan berkeyakinan yang berlangsung di Monas.

Ambulans pun diserang Link>

Entah karena memang bodoh, atau memang pada dasarnya mereka (FPI) adalah perkumpulan manusia biadab, mereka pun turut menjadikan Ambulans yang menolong korban kebiadaban FPI sebagai sasaran amukan <Link Bahkan mereka mencegah para medis untuk menolong para korban tersebut. Karena tindakan menyerang petugas medis sendiri merupakan sebuah tindakan kriminalitas dan kejahatan berat yang tidak saja di dasari hukum negara Indonesia tetapi juga merupakan sebuah pelanggaran hukum internasional dan bahkan hukum Perang Sekalipun!

Sejauh Ini Belum Ada yang Ditangkap

Meski telah melakukan tindakan kekerasan, dan kriminal sejauh ini belum ada satupun anggota FPI yang dijadikan tersangka.Link> Namun hal ini bukan berarti kelompok anarkhis semacam FPI menjadi kelompok yang kebal hukum, karena sejauh ini penyelidikan sedak dilakukan untuk menetapkan siapa saja anggota FPI yang yang akan dijadikan sebagai tersangka pelaku kriminal tersebut

FPI Anti Kebebasan Berkeyakinan = Ancaman Integrasi Bangsa !

Jika memang FPI tidak bisa menerima perbedaan dan tidak bisa mengungkapkan kepentinganya melalui cara yang manusiawi alias dengan cara damai, bukan tidak mungkin FPI bisa menjadi salah satu elemen pemicu kekerasan masal yang berbau SARA. Bukan tidak mungkin kekerasan yang terjadi di Ambon, Poso atau Mei 98 akan kembali terulang bila organisasi brutal semacam FPI tidak segera ditindak tegas oleh pemerintah. LINK > Namun sepertinya dan “mudah-mudahan” kecaman dari Istana kali ini tidak menjadi angin lalu, seperti yang sudah sudah.

NOTE : KOMENTAR BERUPA ANCAMAN dan SARA akan DIMODERASI dan LOKASI SERTA IP ADRESS nya akan DIPUBLIKASI BILA PERLU.

Jika Ada Anggota FPI yang tidak setuju dengan artikel ini, saia Tunggu anda di : 2T/20080 Exhibition St, Melbourne Vic 3000

21
Mei

Ketika Faham Kebangsaan Berusaha Diganti Faham Ekslusifitas “Keumatan”

Tantangan Nyata 100 Tahun Kebangkitan Nasional

Ditengah negara yang justru semakin terpuruk di era Reformasi ini, Justru nilai-nilai nasionalisme yang telah di pupuk sejak masa masa awal kemerdekaan melalui faham “kebangsaan” sebagai pondasi dasar negara untuk menjaga keutuhan dan integrasi negara justru semakin terkikis dan  tambah dikikis oleh sekelompok ekstrimis dengan dalih menggati pemahaman  Kebangsaan dan Nasionalisme menjadi sebuah pemikiran yang mengedepankan pandangan teologi atas dasar “Keumatan”. Padahal di tengah krisis dan ancaman disintegrasi bangsa seharusnya kita mempersempit jurang perbedaan buknya malah memperlebar jarak dengan melakukan pengkotak-kotakan dalam elemen masyarakat.

Mengedepankan Faham Keumatan atas Faham Kebangsaan Sama Dengan Pengkotak-Kotakan!

Faham Keumatan, artinya mengedepankan kepentingan kelompok tertentu / ekslusif  berdasarkan pengelompokan masyarakat atas dasar keyakinan yang mereka anut. Bahkan atas dasar tersebut mereka kadang lebih mementingkan permasalahan yang dihadapi kelompok lain yang ada di belahan bumi lain alias mereka mengabaikan saudara sebangsanya hanya karena memiliki perbedaan keyakinan. Bahkan mereka tidak sungkan untuk merubah fakta sejarah nasional demi memperkuat pengaruh faham keumatan yang tengah mereka usung.

Hal ini memicu terciptanya jurang perbedaan di kalangan masyarakat atas dasar pengelompokan tersebut. Bahkan kesamaan Adat, Budaya dan bahasa sekalipun akan dikesampingkan oleh karena perbedaan faham keumatan yang mereka usung. Sebuah fakta yang ironis bila melihat situasi saat ini ketika sebagian kelompok masyarakat malah melakukan pengkotak kotakan di masyarakat ditengah ancaman disentegrasi bangsa saat ini.

Teologi keumatan - Link < Kompas.Com >

Kebangkitan agama-agama di Indonesia belum berdampak positif terhadap kebangsaan, malah menjadi sebuah faktor kemunduran hidup berbangsa. Agamawan lebih tertarik mengembangkan teologi yang menguatkan identitas kelompok. Teologi yang berkarakteristik aliran. Dari umat untuk umat. Bukan dari umat untuk bangsa. Bangsa direduksi menjadi umat. Dan, kebangkitan umat tidak serta-merta kebangkitan bangsa.

Agama dipropagandakan mampu menyelesaikan persoalan bangsa. Umat didorong menjadi fanatik seolah fanatisme berkorelasi dengan kesejahteraan. Maraklah simbol-simbol dan pernak-pernik agama. Stan-stan promosi teologi keumatan bermunculan di ruang publik tanpa pintu dialog. Kesucian agama yang notabene ciptaan manusia diutamakan melebihi kesucian harkat kemanusiaan yang notabene ciptaan Tuhan.

Teologi keumatan membuat antarumat tidak saling menyapa dan tidak menjunjung toleransi. Umat tersandera teologi yang membuat mereka tidak leluasa memberi selamat hari raya kepada umat lain. Umat mudah terjangkit rasa curiga, reaktif, bahkan agresif. Republik demokratis pun tidak menjaga jarak dalam hal keyakinan agama. Negara terjebak wacana teologi keumatan. Fungsi publik polisi tersandera saat anarkisme diusung atas nama agama.

Visi keumatan juga tetap dibawa-bawa saat agama masuk ke tataran politik praktis. Propaganda partai berasas agama adalah memperjuangkan kesejahteraan umat. Padahal, uang dan fasilitas yang diterima (anggota) partai berasal dari negara, dipungut dari pajak semua elemen bangsa. Perilaku partai berasas agama mengingkari sifat publiknya, menurunkan derajat partai ke tingkat organisasi massa keagamaan

Sebuah Negara Besar Yang Heterogen Membutuhkan Pemahaman Pengayom Bukan Ekslusif

Sebagaimana sebuah fakta yang tidak terbantahkan,  Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara besar dengan keberagaman suku, budaya, adat, bahasa dan agama membutuhkan paham pemersatu yang dapat mengayomi  segala elemen dan komponen masyarakat tanpa memandang salah satu elemen sebagai pihak mayoritas yang memiliki status ekslusifitas dibanding kelompok lainya yang dianggap minoritas atas dasar pengkotak kotakan baik berdasarkan Agama, Suku, ataupun Adat istiadat mereka.

Jika berbicara masalah ekslusifitas tidak lepas dari keinginan sebagian kelompok masyarakat yang menginginkan sesuatu kesamaan yang mereka yakini agar  memiliki status dan kekuatan untuk mengatur kepentingan baik internal mereka maupun kepentingan kelompok lainya yang mereka anggap memiliki perbedaan atas dasar pengkotak kotakan yang mereka yakini sebagai jurang pemisah mutlak.

Bertolak belakang dengan faham ekslusifitas yang saat ini sedang gencar2nya di dengungkan oleh kelompok ekstrimis tertentu, faham Nasionalisme dan Kebangsaan justru merupakan faham pengayom yang dapat mengikis perbedaan maupun meruntuhkan sistem pengkotak kotakan yang selama ini mulai terasa gaungnya.

Karena faham Nasionalisme dan Kebangsaan akan berusaha mempererat persamaan yang selama ini menjadi jurang pemisah antar kelompok. Sebagai contoh, bisa saja setiap individu memiliki perbedaan Budaya, namun secara keyakinan mereka sama. Tetapi bila budaya, keyakinan mereka masih juga berbeda setidaknya masih memiliki persamaan bahasa. Dalam kejadian lebih ekstrim, seseorang yang berasal dari Sabang akan memiliki perbedaan Adat, Budaya, Agama hingga bahasa daerah dengan seseorang yang berasal dari Merauke, namun tetap bisa persatukan dengan kebangsaanya yang sama yaitu berada diabawah naungan Negara kesatuan Republik Indonesia, dimana paham Kebangsaan dan Nasionalisme dapat dijadikan paham pengayom bagi siapapun juga. Menjadi sebuah pengingat dari makna Bhineka Tunggal Ika yang bermakna meski berbeda tetapi tetap satu jua. Karena itu dalam mempringati Seabad Kebangkitan Nasional bangkitlah rakyatku, majulah Bangsaku, Bisa !

 

 

07
Mei

Ahmadiyah Itu Ingin Seperti Piaggio MP3 !!!

Klasifikasi Sepeda Motor = Kendaraan Roda Dua Ditenagai oleh Mesin 

Lalu apa hubunganya dengan Ahmadiyah? Nah ini sisi menariknya, karena saat ini dunia motor juga dibuat bingung oleh spesies jenis baru kendaraan bermotor. Yaitu Piaggio MP3, sebuah kendaraan beroda 3 (dua didepan satu di belakang) konon status kendaraan ini sendiri masih diperdebatkan. Meskipun sudah banyak negara yang menyimpulkan Piaggio MP3 sebagai kendaraan sepeda motor namun masih banyak yang menganggap Piaggio MP3 sebagai kendaraan beroda 3 atau bahkan mobil!

Bagi mereka yang menggaggap Piaggio MP3 adalah motor memilik argumen :

  1. Jarak sumbu roda plus lebarnya tidak lebih besar dari sepeda motor konvensional
  2. Pengendaranya wajib memakai Helm
  3. Hanya bisa di naiki 2 orang
  4. Kapasitas dan pengendaraan sama persis dengan sepeda motor konvensional

Sedangkan bagi mereka yang menolak Piaggio MP3 sebagai sepeda motor karena :

  1. Pakem dasar sepeda motor : beroda 2 dan ditenagai mesin
  2. Mampu berdiri tanpa didukung oleh kaki pengendara (sistem wheel lock)
  3. Lebih lebar dari motor pada umumnya (yang pake alasan ini belum pernah liat Gold Wing) :lol:

Saat ini hampir diseluruh dunia menganggap Piaggio  MP3 sebagai kendaraan beroda dua, meski kenyataanya beroda tiga.  Tetapi yang menarik disini adalah kenapa pabrik Piaggio MP3 “ngotot” ingin menjadikan produknya berstatus sebagai kendaraan roda dua ? Simpel! Karena dengan status motor konvensional mereka dengan mudah mampu meraih konsumen.

Ahmadiyah Itu Ingin Seperti Pabrikan Piaggio

Yang dilakukan Ahmadiah adalah seperti yang dilakukan oleh Piaggio terhadap produknya MP3. Mereka “ngotot” tetap ingin dianggap bagian dari islam yang notabene memiliki pakem dasar “dua kalimat Syahadat” dan memiliki kitab suci “Alquran dan Hadist”

Yang cukup menarik disini pelanggaran pakem oleh Ahmadiyah itu sudah terlalu banyak. Jika Piaggio MP3 saja dengan hanya melanggar 1 pakem (Rodanya 3) sudah mendapat banyak tantangan oleh pihak konservatif, apalagi Ahmadiya dimana mereka sendiri sudah melangkahi hampir semua pakem dasar agama Islam seperti dua kalimat Syahadat, Perbedaan Kitab Suci hingga perbedaan cara beribadah.

Ahmadiyah kenapa menolak Menjadi Agama Baru ?

Sebenarnya jika Ahmadiyah rela keluar alias menanggalkan kata “Islam” di depan kata Ahmadiyah niscaya tidak ada satu orangpun diluar pengikut Ahmadiyah yang berhak memperdebatkan status Ahmadiyah sebagai agama baru dan independen. Karena ibarat kendaran Bajaj Roda tiga, rasanya tidak mungkin seseorang sudi menyamakan antara Bajaj Roda tiga dengan speda motor Konvensional.  Namun apa boleh dikata, sepertinya sama dengan pabrikan Piaggio yang takut bila produk/ajaran Ahmadiya diklasifikasikan sebagai golongan agama baru mereka akan kesulitan mencari pemeluk baru. Pada akhirnya nampaknya Ahmadiya tidak sesukses Piaggio dalam memberikan argumen maupun mendapat status yang mereka inginkan.

Note : Postingan ini tidak ingin menyudutkan agama Ahmadiyah, apalagi mendukung pelarangan Ahmadiyah, hanya sekedar utak-atik kenapa Ahmadiya tetap ingin dianggap sebagai bagian dari islam. Sekaligus mengecam tidakan kekerasan yangdilakukan terhadap siapapaun sesama saudara sebangsa dan setanah air.

02
Mei

Apakah Budaya Indonesia Hanya Tersisa Di Bali …

Intimidasi, Kekerasan hingga Ekslusifitas

Dahulu Indonesia dikenal dengan keramah tamahanya, budaya saling toleransi dan memiliki semangat gotong royong. Karena pada waktu itu (Zaman Ir.Soekarno dan Jend Soeharto) pemahaman falsafah “Bhineka Tunggal Ika” benar benar diterapkan dengan maksimal. Meski dengan cara represif namun setidaknya tidak ada satu kelompok dan golonganpun yang berani melakukan intimidasi terhadap golongan lain hanya dikarenakan perbedaan pendapat, budaya apalagi karena mereka mengatasnamakan agama tertentu.

Kini hal tersebut seolah telah sirna. Dimana kelompok ekstrimis semisal FPI atau JI  yang menjual nama agama Islam berani mengintimidasi kelompok lain dengan mengatasnamakan hukum agama, padahal indonesia  telah memiliki hukum sendiri yang jelas-jelas secara teoritis mampu mengakomodir tidak saja terhadap agama tertentu namun  juga agama lain. Parahnya penerapan pemaksaan plus intimidasi atas dasar hukum agama tersebut justru seringkali ditujukan terhadap kelompok minoritas yang memiliki agama yang berbeda. Hal ini sungguh ironis dimana kelompok pengintimidasi tersebut sendiri justru ditentang perilaku dan tindakanya oleh penganut agama yang selama ini mereka jadikan alasan melakukan perbuatan anarkhis tersebut.

Di Bali Kelompok Mayoritas Tidak Pernah Mengintimidasi Minoritas

Sebuah fakta yang sangat menarik dan menyenangkan saat mengetahui bahwa kelompok dari agama mayoritas di bali - Hindu - tidak pernah mengintimidasi kelompok minoritas dari kelompok suku dan agama lain yang konon di derah lain telah bertindak semena mena golongan lain yang merupakan kelompok minoritas. Hal ini agaknya disebabkan karena mereka mengetahui bahwa tindakan melakukan intimidasi terhadap umat beragama lain merupakan sebuah tindakan keliru dan arogan.

Sebagai contoh nyata adalah saat terjadinya Bom Bali tahun 2002 dimana lebih dari 100 orang dari 200 lebih manusia tidak berdosa meninggal sia sia akibat Bom yang diledakan oleh Amrozi Cs dengan dalih melakukan jihad. Apakah kelompok minoritas baik yang memiliki suku ataupun agama yang sama dengan amrozi menjadi korban “sweeping” ala FPH (Front Pembela Hindu) :lol: tidak! Sekarang bandingkan dengan warga belanda di jakarta yang nyaris jadi korban sweeping hanya gara2 film buatan Wilders oleh FPI !

Alangkah baiknya jika penduduk indonesia terutama yang ada di pulau Jawa dan Sumatra mencontoh kearifan dan kedewasaan penduduk Bali akan toleransi dan semangat pluralitasnya dalam melakukan kehidupan keseharian. Karena dahulu sebelum adanya kelompok ekstrimis tersebut kita mampu hidup rukun tanpa saling pandang bulu?

Pluralitas, Gotong royong dan Semangat Kebhinekaan

Jangankan untuk menerapkan pemahaman akan pluralitas di berbagai bidang. Perbuatan gotong royong dan tolong menolongpun kini menjadi “tabu” dilakukan oleh kelompok yang mendewakan ekslusifitas hanya karena didasari oleh perbedaan Agama, Ideologi dan penafsiran atas kitab suci. Padahal bukankah kita masih bersaudara? Terlepas dari perbedaan Agama, Suku, Budaya, Mashab, Status Sosial dan Ekonomi kita tetap memiliki persamaan, yaitu sebagai penduduk maupun warga negara Republik Indonesia ? Marilah kita renungkan bersama bahwa padadasarnya meski kita berbeda paham sebenarnya kita masih bersaudara dan bertanggung jawab untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia tanpa memandang perbedaan tersebut!

Note : Komentar yang Tidak Nyambung, Berisi Ancaman dan Penuh Emosional akan Dihapus - Terimakasih

25
Apr

White House : Syria Memiliki Reaktor Nuklir ? Bah !!!

Preemptive Strike lagi ?

Suratkabar New York Times memberitakan hari Minggu bahwa serangan udara Israel di Syria bulan lalu adalah terhadap reaktor nuklir yang setengah dibangun. Berita itu yang mengutip pejabat-pejabat Amerika dan asing yang tidak disebut namanya mengatakan reaktor itu mirip yang dipergunakan Korea Utara untuk menyimpan bahan bakar nuklir.

Pejabat-pejabat Amerika mengatakan lokasi reaktor itu dikenali lewat gambar-gambar satelit awal tahun ini. Badan Tenaga Atom Internasional mengatakan pihaknya sedang menghubungi pemerintah Syria mengenai kebenaran berita New York Times tersebut.

Akibat Peristiwa WMD Iraq, Kredibilitas Intelijen AS Disangsikan

Agaknya akibat terbongkarnya kasus manipulasi hasil laporan intelijen mengenai tentang adanya laporan mengenai pembuatan Weapon of Mass Destruction (WMD) di iraq yang berujung pada operasi Enduring Freedom pada tahun 2003 lalu membuat banyak pihak yang menyangsikan laporan dan kredibilitas intelijen Amerika serikat.

Strategi Perang Melawan Teror Rusak Akibat Serangan Ke Iraq

Karena pada dasarnya dukungan yang begitu melimpah bagi Amerika Serikat untuk memulai perang melawan terorisme yang dimulai di afghanistan seolah menjadi menguap begitu saja setelah Amerika Serikat memulai perang untuk menginvasi Iraq. Karena nampaknya momentum dukungan internasional untuk memerangi rezim Teroris Taliban justru salah dimanfaatkan Amerika Serikat , dengan melakuan serangan ke Iraq tanpa mendapat persetujuan PBB plus tanpa disertai bukti yang kuat dari IAEA serta hanya mengandalkan laporan intelijen yang begitu subjektif semakin menyudutkan posisi AS dalam politik Internasional.

Tidak saja membuat Iraq menjadi sebuah negara “gagal” tetapi juga menyulut konflik sekterian di kalangan warga iraq. Parahnya Iraq sendiri kini menjadi ladang subur buat pelarian kriminal baik dari Iran, Suriah dan menjadi cagar alam dan tempat berkembang biak yang baik untuk kelompok teroris seperti Alqaeda untuk menyebar luaskan doktrin mereka kepada komunitas yang sudah terlanjur sakit hati dan patah arang akibat perang tersebut. Bahkan dikalangan publik Amerika sendiri perang di Iraq justru disebut sebut sebagai War for Oil. Karena jika di Afghanistan alasan peperangan memiliki alasan yang cukup jelas seperti memerang rezim Teroris Taliban yang telah terbukti melakukan pelanggaran HAM berat, dan serangan terebut  mendapat dukungan konstitusi dari PBB maupun dukungan penuh dunia Internasional. Berbeda halnya dengan serangan Amerika atas Iraq dimana pada dasarnya, penguasaan atas minyak bumilah prioritas utamanya.

Manuver Politik Republican ? Lagi ?

Apa yang dilakukan gedung putih saat ini sepertinya lebih mengarah kepada manuver politik dalam negri. Sepert yang dilakukan pada tahun 2003, disaat George W Bush harus menghadapi Senator John Kerry, ia memilih melakukan invasi ke Iraq dalam istilah “diplomasi perang” mau tidak mau membuat pemerintah amerika serikat untuk melanjutkan perang tersebut. Dalam arti kata, jika dalam kampanyenya John Kerry mengatakan ia akan menarik pasukan AS di Iraq, dapat dengan mudah dibalikan oleh gedung putih dengan alasan bahwa : misi di AS belum selesai, pengorbanan tentara AS menjadi sia sia ataupun atas nama warga Iraq keadaan di sana belum stabil maka keberadaan pasukan AS masih dibutuhkan. Sehingga publik dihadapkan pada situasi dimana terdapat “urusan yang belum terselesaikan” sehingga alasan meneruskan okupasi di Iraq menjadi senjata pamungkas bagi kelompok Republikan.

Situasi seperti itu nampaknya akan kembali dilakukan dan dimanfaatkan oleh gedung putih demi mendukung John McCain. Tetapi setelah kegagalan mencari alasan untuk menyerang Iran agaknya hal yang sama kini dialihkan kepada Syria. Tetapi menilik peristiwa perang Iraq lalu yang telah memakan korban “Lengsernya” Tony Blair dan John Howard nampaknya kini alasan tersebut sudah menjadi “klise” bahkan hanya menjadi guyonan semata, yang tidak memiliki kekuatan diplomasi seperti dahulu.

Syria Berniat Membangun Reaktor Nuklir ? Bah !

Serangan israel terhadap sebuah gedung setengah jadi yang berada dekat dengan perbatasan Israel disinyalir merupakan serangan preemptive, tetapi sepertinya ini memang sebuah skenario konspirasi yang terbilang sangat janggal, disamping seolah pemerintah syria tidak beregeming setelah batas kedaulatan negaranya dilanggar, hampir tidak mungkin sebuah situs penting didirikan di sebuah lokasi yang terlalu dekat dengan perbatasan kedua wilayah negara tanpa penjagaan sama sekali.

Hal ini bisa dibilang amat janggal terutama jika dibandingkan penjagaan reaktor Nuklir milik Iran - Busher, dimana hanya untuk melakukan penjagaan terhadap reaktor tersebut Iran rela menyiagakan 20 pesawat tempur F-14A Tomcat dari total 28 pesawat yang mereka miliki hanya demi menjaga keamanan reaktor tersebut. Belum lagi belasan situs rudal anti pesawat Hawk serta puluhan senapan mesin penangkis serangan udara juga ditempatkan untuk menjaga reaktor tersebut.

Melihat dari pengalaman dari Iran yang mengatakan membangun reaktor nuklir untuk tujuan damai serta mengizinkan IAEA melakukan inspeksi - meski hanya tuhan yang tau apakah iran membangun senjata nuklir atau tidak) tetapi yang jelas nampaknya Syria tidak akan gegabah melakukan tindakan serupa, terlebih di masa presiden Bashar As Saad pembangunan ekonomi lebih dikedepankan dibanding sesuatu yang bersifat profokatif.

Mahmoud Ahmadinejad Terlalu Vokal - Mencari Simpati atau Hanya Tong Kosong ?

Berbeda dengan pemimpin Iran sebelumnya, nampaknya Mahmoud Ahmadinejad terlalu vokal dalam menyuarakan pendapatnya yang tergolong provokatif. Meski bisa dikatakan vokalnya Mahmoud Ahmadinejad bisa digunakan sebagai alat propaganda politik luar negri tetapi bila statement tersebut terus menerus dikumandangkan tanpa henti bisa jadi publik internasional justru akan menganggap Mahmoud Ahmadinejad hanya seorang yang mencari simpati dan berbicara layaknya tong kosong nyaring bunyinya.

Karena bisa dikatakan dan bahkan dipastikan, bahwa posisi geografis dan geopolitik Iran lebih buruk dari pada Syria. Mengingat dari letak lokasi geografis plus sentimen sekterian yang kerap menghampiri wilayah timur tengah posisi Iran bisa dikatakan amat  terjepit. Sepertinya hal ini akan sangat mungkin terjadi karena bukan tidak mungkin usaha Ahmadinejad akan sia sia bila pada akhirnya AS melakukan serangan - di catat di sini : serangan bukan berarti pendudukan - dari negara tetangga Iran yang pastinya akan membuat iran mundur kembali berada di dalam fase pembangunan bukan pengembangan yang selama ini menjadi keunggulan Iran dibanding tetangganya. Terlebih pasca perang teluk 1991 kekuatan regional timur tengah hanya berada ditangan Israel, Iran dan Syiria. Bila sampai salah satu dari dua negara yang terakhir disebutkan menjadi korban serangan AS nampaknya kejatuhan negara berikutnya bisa jadi tinggal menunggu waktu.

Mendekatkan diri Dengan Kutub, Mencari Aman

Selain membangun ekonomi mandiri sebagai basis kekuatan, mendekatkan ke kutub kekuatan bumi menjadi hal yang wajib dilakukan oleh negara yang berada dalam ancaman Amerika Serikat. Seperti halnya yang dilakukan Korea Utara dengan Republik Rakyat China, Iran dan Suriah sendiri kini memilki hubungan yang semakin mesra dengan dua adidaya dari Timur baik RRC maupun Russia. Keadaan yang demikian tentu saja setidaknya akan membuat Amerika Serikat berpikir dua kali sebelum melakukan invasi. Hal senada pernah dilakukan oleh Mesir tatkala pada akhir perang Yom Kipur dimana Soviet mengancam akan menghabisi pasukan Israel bila mereka menerobos perbatasan Mesir. Akan halnya keuntungan lebih memungkinkan bagi Syria karena negara tersebut merupakan negara Republik yang berorientasi Sekuler, status tersebut akan sangat membantu dalam menjalin hubungan multilareal antara Syria, Russia dan RRC dengan tujuan memperkuat payung politik dan militer. Sebagai akhir catatan Syria merupakan salah satu negara yang mendukung oprasi dessert storm 1991 pimpinan AS dalam rangka pembebasan Kuwait dari pendudukan Iraq

23
Apr

Memaknai ANZAC DAY, dimata seorang Indonesia

Sejarah Anzac Day

Anzac Day jatuh pada tanggal 25 april. Sedangkan Anzac sendiri adalah singkatan dari Australia Newzeland Corps. Yaitu sebuah korps / Resimen militer pada perang dunia pertama yang merupakan gabungan dari pemuda “naif” Australia dan pemuda Selandia baru yang sama naifnya. Pada awalnya pembentukan resimen “Anzac” sendiri memiliki dua tujuan yaitu untuk membantu tentara sekutu sekaligus membuktikan akan kesetiaan Australia dan Selandia baru pada kerajaan Inggris. Resimen Anzac sendiri di terjunkan dalam pertempuran melawan pasukan Turki dalam perang dunia pertama untuk memperebutkan Mesir. Berbicara mengenai tanggal 25 april yang ditetapkan sebagai “hari Anzac” itu dikarenakan pada tanggal 25 april tersebut merupakan har pertama resimen Anzac merapat di pantai Galipoli untuk pertama kalinya pada tahung 1915.

Kontorversi : Membanggakan Kebodohan atau Mengenang Pengorbanan ?

Hasil peperangan yang diperoleh oleh resimen Anzac adalah terbilang luar biasa, sebagai contoh resimen Anzac sendiri kehilangan lebih dari 10,700 personil akibat di bantai habis oleh pasukan Turki yang saat itu dipimpin langsung oleh Kemal Ataturk. Meski dimata pengamat militer strategi menyerang habis dengan cara melompat keluar parit untuk berhadapan langsung dengan barisan senapan mesin pasukan Turki merupakan sebuah kebodohan strategi militer yang luar biasa namun dimata kebanyakan warga negara “Bule” asli Australia hal itu merupakan sebuah contoh pengorbanan luarbiasa.

Memahami Anzac Day, artinya akan lebih Mencintai Pahlawan Nasional Indonesia

Sudah barang tentu setiap membicarakan mengenai Anzac Day akan menjadi baran tertawaan bagi sejumlah arga pendatang (tidak tetap) seperti dari Indonesia , Thailand ataupun para Imigran Vietnam. Hal tersebut menjadi wajar mengingat tiga negara tersebut bukanlah negara koloni seperti Australia dan mereka memiliki catatan emas dalam pertempuran dan perjuangan negara mereka.

Terutama bagi kebanyakan orang Indonesia, disini tentunya ada sisi lain selain mentertawakan “kebodohan resimen Anzac” karena hal ini merupakan bukti : betapa pentingnya memiliki sosok kepahlawanan dan arti pengorbanan bagi sebuah manusia untuk negaranya. Seharusnya orang Indonesia akan semakin mensyukuri bahwa negrinya meski ekonominya sangat amburadul namut setidaknya memiliki harga diri yang lebih dibandingkan Australia.

Mulai dari hari kemerdekaan 17 Agusutus, Hari pahlawan 10 november hingga hari Angkatan bersenjata tanggal 5 oktober, merupakan sedikit dari banyak hari dimana kita bisa mengingat, mengenang jasa dari para pahlawan yang telah berkorban untuk memerdekakan bangsa Indonesia. Bahakan meski telah menelan korban yang puluhan kali lebih banyak dari yang diderita oleh Resimen Anzac tetapi toh pada akhirnya sang Merah Putih dapat di kibarkan di atas ibu pertiwi ini.

Merenung … Kenapa Justru Lebih Mencintai Bangsa lain ?

Ironisnya kini bagi kelompok tertentu memperingati kemerdekaan Indonesia ataupun bekorban demi bangsa Indonesia bukan lagi merupakan kewajiban bahkan tidak jarang ada yang menganggap tabu untuk berkorban demi NKRI, entah alasan Ideologi, Hukum, atapun perbedaan agama serta kepentingan kelompok. Anehnya mereka lebih bersemangat untuk membela negara antah berantah semisal Afghanistan dan Palestina dibandingkan membela tanah air sendiri yang jelas jelas saat ini memiliki keadaan yang sedang terpuruk.

Tidak perlulah kita menganggkat senjata, toh pada dasarnya Indonesia telah memiliki struktur militer yang solid, disiplin, terlatih meski tidak punya uang untuk membeli alut sista baru dan diakui dunia. Hanya dengan mematuhi aturan hukum yang berlaku, tidak membuat kerusakan lingkungan, membayar pajak, tidak melakukan korupsi dan memilik sikap saling menghargai akan perbedaan suku, ideologi dan keyakinan sudah barang tentu dapat memperbaiki keadaan negri tercinta ini dari ketepurukan ekonomi yang telah melanda negeri ini selama lebih dari satu dekade. Jika bukan dari kita siapa lagi yang akan menjaga hasil jerih payah dan pengorbanan para pahlawan yang telah mendahului kita? Merdeka !!!

18
Apr

Lagi, Seseorang Menodai Agama Islam !!

LinK : http://www.abc.net.au/news/video/2008/03/24/2197774.htm

LinK : http://www.theaustralian.news.com.au/story/0,25197,23421343-601,00.html

(Video : Membuktikan Bukan Rekayasa)

Bashir Memprovokasi Umat Islam Melakukan Anarkhis

Untuk kesekian kalinya seseorang menjual nama Islam serta melakukan profokasi umat Islam untuk melakukan tidakan anarkhis. Mantan narapidana dan seekor kriminal bernama Abubakar Bashir kembali mencoreng nama islam dengan melakukan provokasi di depan publik untuk menghasut umat islam agar berbuat anarkhis !

Menyuruh Memukuli Wisatawan Di Bali … Hey Islam itu Toleran Jing !

Dalam Statemennya Bashir menyuruh umat Islam untuk memukuli wisatawan asing yang sedang berlibur di bali karena mereka telah “mempertontonkan auratnya” dan menyamakan mereka yang berbeda agama denganya (saia rasa Basir bukan seorang muslim) adalah seperti cacing, ular atau belatung. Disamping itu ia menyuruh umat Islam untuk tidak bertoleransi dan mentolelir umat beragama lain tersebut. Statementnya sungguh menggelikan mengingat penduduk pulau bali sendiri tidak keberatan dengan kehadiran para wisatawan tersebut apalagi mereka memang mayoritas umat Hindu.

Cukup! Jangan Jual Nama Islam sebagai tameng kebiadabanmu !

Apakah memang agama Islam mengajarkan kekerasan ? Bukankah Islam cinta damai ? Mengapa seorang yang mengaku dirinya “ustadz” malah melakukan provokasi untuk melakukan kekerasan! Bayangkan Jika ucapan provokasi tersebut terdengar oleh Geert Wilders dijamin ia akan tersenyum lebar karena ucapan dia sedikit banyak menjadi ada benarnya! Pikirkan nasib umat Islam asal Indonesia yang berada di luar negri yang terkena getahnya akibat provokasi tersebut! Ingat hal tersebut sudah dialami oleh banyak rekan saia termasuk saia sendiri pasca bom bali! Jika memang seorang muslim seharusnya ia membela umat Islam, bukan malah mencoreng nama umat islam! Hanya untuk mencari pembenaran tindakan ataupun provokasinya!

Kemana Aparat ? Kemana Umat Islam ! Bukankah Tindakan Bashir adalah Tindakan Terorisme ?

Ajakan melakukan tindakan kekerasan, pembunuhan apalagi menjurus kepada tindakan terorisme seharunya segera ditindak oleh aparat! Bahkan tindakan tersebut akan meresahkan umat Islam dan juga menyesatkan! bukankah tindkan tersebut justru dapat merusak nama umat Islam di kalangan umat beragama lainya ! Seharunya umat Islam bertindak tegas atas penodaan dan penyesatan yang dilakukab Bashir, bukan hanya sumpah serapah saat palestina di bom oleh israel! Ingat MUSUH DALAM SELIMUT LEBIH BERBAHAYA dibanding musuh yang nyata dan terlihat jelas !

LinK : http://www.abc.net.au/news/video/2008/03/24/2197774.htm

LinK : http://www.theaustralian.news.com.au/story/0,25197,23421343-601,00.html

Terkait dengan: http://guhpraset.wordpress.com/2008/04/18/mengajak-teman-untuk-membunuh-sby-bolehkah/

14
Apr

Migran ke Negara Barat, Mencari Penghidupan atau Investasi ?

Mulai dari Migran hingga Desersi kenapa hanya ke Negra Barat ?

Jika anda mengetahui nama seperti Munir Habib Redfa (Iraq) , Victor Balenko (Soviet) hingga Abdul Bassim (Suriah) merupakan sedikt dari banyak pilot pesawat tempur yang membelot kenegara pro barat seperti Jepang, Turki dan Israel. Mereka rela menghianati negara kelahiranya demi memulai sebuah kehidupan baru di negri barat ataupun negara kapitalis pro barat.

Sama halnya dengan arus migrasi (imigran) yang datang ke negara barat secara konvensional baik secara legal maupun ilegal. umumnya mereka yang datang ke negara barat (western oriented/kapitalis) mengharapkan mereka dapat memulai kehdupan baru yang lebih baik dibanding negara asal mereka namun sering kali justru mereka mendapati dirinya berada di dalam kondisi yang nyaris serupa atau bahkan lebih buruk dibanding sebelum mereka memutuskan bermigrasi.

Dari Timur Menuju Barat namun Tidak sebaliknya 

Boleh menggunakan statisitk tetapi bisa juga membandingkan rasionya sendiri, alias mengamati secara seksama. Silahkan hitung jumlah imigran asal negara “Timur” mulai dari Asia timur semisal China, Taiwan, Korea atau Berbagai negara eropa timur bekas soviet hingga bagi mereka yang negara dan pemerintahanya mengklaim bahwa negaranya merupakan musuh bagi negara barat semisa Iran, Iraq, Lebanon, Jordan, Afghanistan hingga Suriah justru mereka merupakan negara yang warganya paling banyak bermigrasi kenegara pro barat semisal Australia, Prancis hingga Belanda untuk kemudian menetap secara permanen.

Tetapi sebaliknya arus imigran dari negara “barat” yang datang ke negara “timur” justru berada didalam grafik yang berlawanan.  Meski ada namun bisa dibilang memiliki ketimpangan bila membandingkan rasio antara penduduk negara “Timur” yang berimigrasi ke barat dibanding penduduk negara “Barat” yang berimigrasi ke timur. Itupun umumnya bagi penduduk negara barat tersebut semisal sebagai expatriat namun mereka kebanyakan hanya bekerja sebagai pekerja kontrak atau sebagai ekspatriat, selebihnya mereka akan pulang kenegara asalnya.

Cultural Shock hingga Perbedaan Budaya

Perbedaan budaya, kebiasaan hingga perilaku keseharian konon dapat menjadi penghalang maupun keuntungan yang akan dialami bagi mereka yang memutuskan untuk bermigrasi ke negara lain. Umumnya bangsa asia ”kulit kuning” semisal China, Vietnam maupun Korea akan mendapat keuntungan akibat budaya bawaan mereka dimana mereka terbiasa untuk bekerja nonstop bahkan sampai mengabaikan hari libur. Hal ini menjadikan mereka sebagai komunitas pendatang yang paling sukses secara general terutama di negara barat yang memiliki gaya hidup “santai” semisal Australia, Amerika maupun Kanada.

Sebaliknya bagi imigran yang berasal dari timur tengah seperti Lebanon ataupun Iran/Persia justru sering mengalami nasib sebaliknya. Memang tidak sedikit dari mereka yang berhasil meraih sukses di perantauan, namun secara general akibat perbedaan budaya maupun kebiasaan, sering kali menjerumuskan mereka didalam kehidupan “Slum” atau dunia kriminal hingga gangster. Seperti yang terjadi di Australia dimana komunitas migran asal Lebanon yang kerap disebut “Lebo” justru dikenal sebagai komunitas pembawa wabah kriminal. Meski komunitas Vietnam “Viete” memiliki reputasi yang lebih buruk di banding komunitas ”Lebo” namun mereka masih memiliki sisi positif yang cukup bisa dibanggakan meski faktor tersebut tidak terlepas dari kedekatan mereka dengan mafia China aliasTriad. 

Mencari Impian atau Investasi ?

Bagai mana dengan orang Indonesia ? Disini menariknya, karena kebanyakan bagi warga negara Indonesia yang bisa berada di negara barat secra legal tentunya, umumnya memiliki dasar ekonomi yang cukup mapan di kampung halamanya, sehingga kebanyakan bagi mereka selain untuk keperluan pendidikan atau liburan mereka lebih mengharapkan mendapatkan permanen resident, tidak lebih dari itu.

Karena bagi mayoritas komunitas Indonesia yang berada di negara barat, mereka lebih melihat negara tersebut sebagai ladang investasi, baik untuk bisnis maupun pendidikan dan kesehatan. Bukan menjadikan negara tersebut sebagai tanah harapan seperti halnya komunitas timur jauh maupun timur tengah.  Tidak heran bagi kebanyakan orang indonesia yang telah mendapatkan permanent resident dan berhasil menanamkan investasi dengan baik mereka umumnya langsung kembali Indonesia untuk kemudian hanya melakukan kunjungan kembali dengan tujuan monitoring dan wisata semata.  




Jarak Tempuh

  • 63,130 Km

Flickr Photos

I am colorblind

The Arrival

whenever you remember...

More Photos